5 Kasus Penyerangan dan Pengrusakan yang Melibatkan Oknum Anggota TNI-Polri

  • Whatsapp
banner 468x60

Markas Polsek Ciracas, Jakarta Timur, pada Sabtu (29/8/2020) dini hari mendadak riuh karena diserang oleh sekelompok orang tidak dikenal. Peristiwa tersebut bahkan mendapat perhatian khusus dari Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal Andika Perkasa. Terutama soal keterlibatan anggota TNI AD di dalamnya.

Penyerangan berbuntut pengrusakan yang melibatkan oknum anggota TNI maupun Polri memang kerap terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Pemicunya pun beragam. Mulai dari hal sepele hingga masalah besar. Semua berujung aksi anarkisme yang membuat warga sipil ketakutan. Selengkapnya, simak ulasan Boombastis berikut ini

Bentrokan TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) 134 Tuah Sakti dan Brimob Polda Kepulauan Riau

Ilustrasi anggota TNI korban bentrokan di Kepulauan Riau [sumber gambar]

Gara-gara saling tatap mata, personel TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) 134 Tuah Sakti dan Brimob Polda Kepulauan Riau terlibat bentrokan pada 2014 silam. Akibat yang ditimbulkan pun cukup fatal. Selain memecahkan beberapa kaca barak Teratai Satuan Brimob Polda Kepulauan Riau, beberapa sepeda dan motor rusak hingga anggota TNI terluka akibat bentrokan yang terjadi.

Mapolres Ogan Komering Ulu di Baturaja diserang anggota Batalyon Armed 15 Martapura

Mapolres Ogan Komering Ulu di Baturaja yang dirusak sejumlah oknum anggota TNI [sumber gambar]

Kedatangan Puluhan personel TNI anggota Batalyon Armed 15 Martapura ternyata membawa petaka bagi anggota Polri di Mapolres Ogan Komering Ulu di Baturaja. Usai apel pagi, mereka diserang secara membabi buta hingga jatuh korban luka. Peristiwa yang terjadi pada Kamis (7/3/2013) tersebut, membuat kantor Mapolres OKU rusak, 4 orang terluka dan 2 lainnya cedera parah. Termasuk Kapolsek Martapura, AKP Ridwan.

Pos Polisi Hancur setelah diserang satu kompi oknum anggota TNI di Karawang

Pos Lantas di Karawang yang rusak setelah diserbu sejumlah oknum anggota TNI AD [sumber gambar]

Keributan antara Praka Edi dengan Bripka Wely ternyata berujung bentrokan berdarah bagi anggota lainnya. Padahal, masalah antar kedua anggota TNI dan Polri telah diselesaikan secara musyawarah di kantor Pemda. Dilansir dari Merdeka (19/11/2013), 1 kompi anggota 305 Telukjambe ternyata masuk ke areal Kantor Pemda lewat pintu Timur dan menganiaya anggota Dalmas yang tengah berdinas. Pos Lantas dan mobil milik anggota polisi dirusak pada saat kejadian.

Bentrokan antara oknum TNI dengan Brimob di Maluku

Bentrokan antara anggota TNI dan Polri di Pasar Saumlaki, Maluku [sumber gambar]

Berawal dari teguran karena tidak memakai helm, oknum anggota TNI 734 SNS terlibat adu mulut dengan personel Brimob di Pasar Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Jumat (21/12/2019). Usai kejadian, 40 personel TNI 734 menggeruduk asrama Polres Maluku Tenggara Barat dan melakukan pengrusakan di sana. Empat orang anggota Polri menderita luka lecet karena dipukul.

Markas Polses Ciracas kembali dirusak sejumlah oknum TNI AD

Kondisi kendaraan yang rusak dan kantor Polsek Ciracas dibakar perusuh [sumber gambar]

Markas Polsek Ciracas, Jakarta Timur kembali jadi sorotan usai menjadi sasaran amuk oknum anggota TNI AD, pada Sabtu (29/8/2020) dini hari. Tercatat, satu unit bus operasional dan mobil dinas Wakapolsek Ciracas dirusak, pagar Mapolsek dirobohkan, dan kaca kantor pelayanan dipecahkan. Dua anggota Polri yang tengah berpatroli juga dikabarkan menjadi korban pemukulan.

Peristiwa penyerangan markas Polsek Ciracas, Jakarta Timur, bukan menjadi yang pertama kalinya. Sebelumnya, kasus serupa juga pernah terjadi pada tahun 2018 silam. Menindaklanjuti kasus ini, Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal Andika Perkasa menegaskan bahwa oknum anggota TNI AD yang terlibat pengrusakan Mapolres Ciracas akan dipecat dari kesatuannya. “Bombastis.com

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60